Mahasiswa PPL Universitas Al-Hikmah Indonesia Inisiasi Ekstrakurikuler Islami di SDN Tingkis

·

·

Februari 2026 — Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Universitas Al-Hikmah Indonesia, menginisiasi program ekstrakurikuler Islami di SDN Tingkis sebagai upaya memperkuat karakter religius peserta didik sejak usia dini.

Sebelumnya, kegiatan ekstrakurikuler di SDN Tingkis masih didominasi oleh kegiatan umum yang berfokus pada pengembangan minat dan bakat siswa secara umum, seperti olahraga dan kegiatan seni. Namun, belum terdapat kegiatan ekstrakurikuler yang secara khusus berorientasi pada penguatan nilai-nilai keislaman dan pembiasaan religius siswa. Melihat kebutuhan tersebut, kehadiran mahasiswa PPL Universitas Al-Hikmah Indonesia menjadi momentum untuk menghadirkan inovasi melalui penambahan program ekstrakurikuler Islami guna meningkatkan religiusitas dan pembentukan karakter siswa secara lebih komprehensif.

Program ekstrakurikuler yang diinisiasi meliputi kegiatan hadroh, kaligrafi, serta pembiasaan membaca Asmaul Husna. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus mengembangkan kreativitas siswa melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan partisipatif.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PPL berkolaborasi dengan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Tingkis. Ekstrakurikuler hadroh memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenal dan mempraktikkan seni rebana Islami, sedangkan kegiatan kaligrafi menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas melalui seni tulis Arab. Selain itu, pembiasaan membaca Asmaul Husna dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari penguatan budaya religius di lingkungan sekolah.

Koordinator mahasiswa PPL Universitas Al-Hikmah Indonesia, Jazil, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar.

“Program ekstrakurikuler Islami ini kami inisiasi sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa sejak dini. Kami berharap siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga dapat mempraktikkannya melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan,” ujarnya.

Kepala SDN Tingkis, Karno, S.Pd., M.Pd., menyambut baik inisiatif yang dilakukan mahasiswa PPL Universitas Al-Hikmah Indonesia. Ia menilai program tersebut memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembinaan karakter religius dan pengembangan potensi siswa.

“Kami mengapresiasi inisiatif mahasiswa Universitas Al-Hikmah Indonesia yang telah menghadirkan program ekstrakurikuler Islami di sekolah kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mendukung pembentukan karakter religius dan kreativitas siswa. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi kegiatan rutin di SDN Tingkis,” ungkapnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), M. Akhsanul Muhtadin, M.Pd., turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan program tersebut. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan kompetensi akademik dengan praktik nyata di lingkungan sekolah.

“Program ini merupakan bentuk inovasi mahasiswa dalam mengembangkan kegiatan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam di sekolah. Penambahan ekstrakurikuler Islami ini sangat penting dalam mendukung peningkatan religiusitas siswa serta membentuk karakter yang berakhlak mulia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi manajerial dan pedagogik secara langsung di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kompetensi profesional mahasiswa, khususnya dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program pendidikan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengimplementasikan teori yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.

Ke depan, program ekstrakurikuler Islami di SDN Tingkis diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kegiatan rutin sekolah, serta menjadi contoh praktik baik dalam kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung penguatan pendidikan karakter dan religiusitas siswa.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *