Menuju Riset Global: Universitas Al-Hikmah Indonesia Bekali Mahasiswa KKN Internasional Malaysia 2026 dengan Strategi Publikasi Berdampak Global

·

·

TUBAN – Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas riset dan pengabdian masyarakat di kancah internasional. Pada Minggu (31/05/2026), bertempat di Ruang Kelas Perkuliahan Kampus A, Pihak kampus menggelar kegiatan pembekalan intensif bagi 15 mahasiswa peserta KKN Internasional 2026 yang akan diberangkatkan ke Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan dua pimpinan universitas sebagai pemateri utama, memberikan perpaduan strategi akademik yang tajam dan wawasan kultural yang mendalam.

Dua Pemateri Pembekalan KKN Internasional Universitas Al-Hikmah Indonesia sedang memberikan materi (Minggu, 31-5-2026)

Transformasi Data Sederhana Menjadi Karya Bermutu

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kelembagaan Inovasi, dan Kerja Sama, Bapak Dr. Muhammad Aziz, membuka sesi dengan pemaparan Buku Pedoman KKN Internasional 2026. Namun, sorotan utama materi beliau adalah strategi merancang data kualitatif sederhana menjadi hasil riset bermutu dan berdampak global.

Dr. Aziz menekankan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya bertugas mengabdi, tetapi juga menjadi peneliti yang tajam. Beliau memaparkan lima bidang riset strategis yang tengah menjadi tren (high-demand) di Malaysia:

  1. Bidang Sosial: Mengkaji kohesi sosial di ruang publik seperti “Pasar Malam” dan inklusi sosial pekerja migran.
  2. Bidang Humaniora: Eksplorasi identitas digital Gen-Z Malaysia dalam menjaga warisan budaya (TikTok Heritage) serta narasi keberlanjutan masyarakat asli (Orang Asli) di era modern.
  3. Bidang Ekonomi: Membedah ekosistem Halal pada UMKM serta ketahanan pekerja gig-economy (Grab/FoodPanda) pasca-pandemi.
  4. Bidang Pendidikan: Meneliti pendidikan alternatif bagi anak-anak pengungsi (stateless children) serta fenomena technostress di kalangan guru pedesaan.
  5. Bidang Agama: Menyoroti peran Surau sebagai pusat sosial (social hub) serta transformasi digital pada pengelolaan Zakat dan Wakaf di Malaysia.

“Data sederhana seperti obrolan di kedai Mamak atau observasi QR Code di surau, jika dibedah dengan lensa teori yang tepat, akan menjadi temuan ilmiah yang sangat berharga di mata dunia,” ujar Dr. Aziz di hadapan para mahasiswa yang tampak antusias.

Pembekalan KKN Internasional Universitas Al-Hikmah Indonesia (Minggu, 31-5-2026)

Wawasan Kultural dan Pengalaman Internasional

Sesi kedua dilanjutkan oleh Ibu Hj. Fathonah, Lc., M.Phil, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Sebagai lulusan magister (S2) dari Malaysia, beliau membagikan pengalaman autentik mengenai dinamika sosial dan budaya di Malaysia. Ibu Hj. Fathonah membekali mahasiswa dengan etika komunikasi, strategi adaptasi, hingga tips membangun jejaring dengan alumni dan masyarakat lokal.

Kehadiran beliau memberikan sentuhan praktis yang melengkapi landasan teoretis yang telah disampaikan sebelumnya, memastikan mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga matang secara emosional dan budaya.

Pencerahan dan Dedikasi Tinggi

Kegiatan pembekalan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Para mahasiswa menyatakan kepuasan luar biasa atas materi yang disampaikan. Mereka mengaku mendapatkan pencerahan komprehensif, serta tidak lagi melihat KKN hanya sebagai rutinitas pengabdian, melainkan sebagai peluang emas untuk menjadi ilmuwan global.

Dengan pembekalan yang matang ini, Universitas Al-Hikmah Indonesia optimis bahwa delegasi KKN Internasional 2026 akan berangkat ke Malaysia dengan dedikasi tinggi, siap membawa misi harum nama bangsa, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan internasional.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *