Sinergi Pascasarjana UAI Tuban dengan Yayasan Islamic Centre Darun Najah Rembang Adakan Seminar Budaya Organisasi Yang Sehat

·

·

Rembang, 12 Januari 2026 – Pascasarjana Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban menyelenggarakan Seminar Pendidikan bertema “Berbenah dari Dalam: Membangun Budaya Organisasi Sehat untuk Kebangkitan Lembaga Pendidikan”. Kegiatan ini merupakan bagian dari penugasan Ujian Akhir Semester (UAS) mahasiswa Semester 2 Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen Pendidikan dan Manajemen Pembiayaan Pendidikan. Seminar dilaksanakan di Islamic Center Darunnajah, Kragan, Rembang, dan diikuti oleh mahasiswa Pascasarjana UAI serta para pendidik dan pengelola lembaga pendidikan di lingkungan Darunnajah Kragan Rembang.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB, dipandu oleh MC Susy Syadziliyah, mahasiswa Pascasarjana Semester 2, dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan sambutan pertama yang disampaikan oleh K.H. Muhammad Muslim, selaku Ketua Yayasan Islamic Center Darunnajah Kragan sekaligus tuan rumah kegiatan yang juga merupakan mahasiswa aktif Semester 2 di Pascasarjana UAI. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya karena kegiatan ilmiah ini menghadirkan sosok guru kepada para murid. Ia berharap seminar ini dapat menjadi obat bagi kelelahan dan luka yang sering dialami para warga lembaga pendidikan, melalui upaya pembentukan budaya organisasi yang sehat.

Sambutan kedua disampaikan oleh Direktur Pascasarjana UAI Tuban, Dr. M. Nasikhul Umam Al-Mabruri, S.H., M.H. Beliau menegaskan pentingnya seminar ini dengan mengutip tiga hadis Nabi yang menekankan bahwa setiap individu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas amanahnya. Beliau juga menyampaikan pesan spiritual bahwa kelelahan dalam menjalankan amanah, apabila dilakukan dengan ikhlas, akan berbuah maghfiroh (ampunan) dari Allah SWT. Melalui seminar ini, diharapkan peserta dapat mengambil hikmah untuk kebangkitan lembaga pendidikan masing-masing. Acara pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr. Muhammad Aziz, S.Th.I., M.H.I., Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kelembagaan, Inovasi, dan Kerjasama UAI.

Memasuki acara inti, seminar ini menghadirkan narasumber utama yaitu Dr. Laily Hidayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Al-Hikmah Indonesia dan dimoderatori oleh Hj. Vita Fitriatul Ulya, M.Pd., selaku Ketua Program Studi S2 MPI Pascasarjana UAI Tuban. Seminar berlangsung dengan suasana santai, komunikatif, dan penuh makna. Dengan latar belakang keilmuan psikologi dan manajemen, Dr. Laily Hidayati menjelaskan bahwa banyak organisasi mengalami stagnasi bahkan kemunduran karena persoalan internal yang sering diabaikan.

Beberapa faktor yang menyebabkan organisasi perlu berbenah dari dalam antara lain: sumber daya manusia yang lelah dan jenuh, konflik internal yang dibiarkan tanpa penyelesaian, program yang baik namun lemah dalam eksekusi, serta minimnya komunikasi dan relasi yang sehat di lingkungan kerja. Menurut beliau, berbenah dari dalam dapat dilakukan melalui langkah-langkah strategis seperti: memperbaiki pola pikir, menata dan menghidupkan kembali nilai-nilai organisasi, menguatkan relasi dan dialog internal, serta menciptakan iklim kerja yang menyehatkan dan memberdayakan.

Dr. Laily juga menegaskan bahwa budaya organisasi adalah cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang dianggap biasa dan benar oleh warga lembaga. Oleh karena itu, membangun budaya organisasi yang sehat menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan dan kebangkitan lembaga pendidikan. Beliau mendorong peserta seminar untuk mulai melakukan refleksi dan pembenahan di lembaga masing-masing, antara lain melalui audit budaya organisasi, penyelarasan antara nilai, kebijakan, dan perilaku, penguatan dialog internal, serta pengembangan SDM secara berkelanjutan.

Seminar dilanjutkan dengan diskusi terbuka yang berlangsung dinamis. Dua penanya, yaitu Niswah dan Ridlwan Rizal, yang merupakan pendidik di Darunnajah Kragan, menyampaikan pertanyaan dan refleksi kritis terkait penerapan budaya organisasi sehat di lembaga pendidikan.

Secara keseluruhan, seminar berlangsung lancar, inspiratif, dan mengesankan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah penugasan akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama bagi para praktisi pendidikan. Acara ditutup dengan foto bersama sebagai penanda kebersamaan dan komitmen untuk membangun budaya organisasi yang lebih sehat. (humasUAI)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *