Siap Mengabdi! Universitas Al-Hikmah Indonesia Mewisuda 173 Mahasiswa dan Luncurkan Program Unggulan: Satu Desa Dua Sarjana (SDDS)

·

·

Tuban, 11 Oktober 2025 – Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban sukses menggelar Rapat Senat Terbuka XI dalam rangka Wisuda Sarjana (S1) dan Magister (S2) yang khidmat, bertempat di Halaman Kampus 2 UAI Tuban. Sebanyak 173 wisudawan secara resmi dilepas untuk berkiprah di tengah masyarakat. Acara sakral ini dihadiri lengkap oleh Ketua dan Anggota Senat Universitas, yang terdiri dari Rektor, Para Wakil Rektor, dan Para Dekan di lingkungan UAI, menandai momen puncak bagi para lulusan perguruan tinggi. Para tamau undangan yang hadir, antara lain; para Rektor perguruan tinggi di Tuban dan Bojonegoro, Para Pimpinan Pondok Pesantren dan Forkopimda Kab. Tuban. Sementara itu, sekretaris Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta Jawa Timur, Dr. K.H. M. Hasan Ubaidillah, M.H.I, hadir sebagai pengisi acara orasi ilmiah dengan Tema: Al-Qawiy Al-Amin: Mencetak Lulusan yang kuat dalam Ilmu dan Amanah dalam Amal. Acara berlangsung secara lancer, mulai pukul 07.30 sampai dengan pukul 11.30 WIB

Peluncuran Program Unggulan: Satu Desa Dua Sarjana (SDDS)

Momen wisuda kali ini menjadi lebih istimewa dengan peluncuran program unggulan kampus, yaitu Program Satu Desa Dua Sarjana (SDDS). Program ini merupakan inisiatif strategis UAI Tuban untuk menjawab tantangan kesenjangan akses pendidikan tinggi di wilayah pedesaan. Rektor UAI dalam pidatonya menyampaikan bahwa SDDS hadir sebagai solusi karena menyadari bahwa meskipun Kabupaten Tuban memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, industri, dan UMKM, namun angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di daerah tersebut masih rendah dibandingkan rata-rata Jawa Timur. Berdasarkan data, mayoritas penduduk Tuban masih didominasi oleh kelompok berpendidikan dasar, dan hanya sekitar 4,75% penduduk yang pernah mengenyam pendidikan tinggi. Kondisi ini menjadi peringatan serius yang harus segera diatasi.

Foto: Ketua Yayasan Al-Hikmah Tuban, K.H. M. Husnan Dimyati didampingi Rektor Universitas Al-Hikmah Indonesia, Dr. Laily Hidayati dan Sekretrais Kopertais IV Surabaya, Dr. M. Hasan Ubaidillah, M.H.I sedang maluncurkan Program SDDS saat acara Wisuda ke XI

Misi Mulia Mencetak Kader Unggul Desa

Program SDDS yang diluncurkan oleh UAI Tuban bertujuan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) di desa, sejalan dengan teori Human Capital yang memandang pendidikan sebagai investasi untuk meningkatkan produktivitas. Tujuan utama Program SDDS adalah: (1). Memberikan kesempatan pendidikan tinggi bagi anak desa dari keluarga kurang mampu; (2). Mencetak minimal dua sarjana di setiap desa di Kabupaten Tuban; (3). Mengurangi kesenjangan akses pendidikan tinggi antara desa dan kota; (4). Menyiapkan kader muda desa yang siap mengabdi, berkarya, dan berdaya saing.

Program ini diwujudkan melalui pemberian beasiswa berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 50% kepada mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu di seluruh desa di Kabupaten Tuban. Beasiswa ini akan diberikan sepanjang masa studi normal, yaitu 8 semester di jenjang S1. Sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, setiap penerima beasiswa diwajibkan kembali mengabdi di desa asalnya minimal selama 3 tahun setelah lulus. Dengan demikian, desa tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga diperkuat dengan sumber daya manusia yang berpendidikan.

Pesan untuk Wisudawan

Kepada 173 wisudawan Sarjana dan Magister yang baru dilantik, Rektor UAI Tuban berpesan agar para lulusan menjadi insan intelektual yang berdedikasi, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan. Keberhasilan di jenjang pendidikan ini hanyalah awal, dan tugas pengabdian di masyarakat kini menanti. Peluncuran SDDS juga menjadi pengingat bahwa UAI Tuban tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi pada sejauh mana warganya mampu menuntaskan pendidikan sebagai ukuran kemajuan suatu daerah.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *