Seminar Pendidikan Dalam Rangka Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA/MA Kabupaten Tuban

·

·

Institut Agama Islam Al Hikmah Tuban bekerjasama dengan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA/MA Kabupaten Tuban dalam melaksanakan Seminar Pendidikan “Guru BK sebagai Firsthand Pencegahan dan Penanganan Bullying”, acara yang bertempat di Aula IAI Al Hikmah tuban ini dihadiri oleh Guru BK se-Kabupaten Tuban dan Bapak Drs. H. Nuril Huda, S.Pd., M.Pdi selaku Pembina MGBK SMA Kabupaten Tuban. Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ibu Hj. Fathonah K. Daud., Lc., M. Phil, dan dilanjutkan sambutan oleh Bapak Drs. H. Nuril Huda, S.Pd., M.Pdi dan Ketua Yayasan Al Hikmah Tuban KH. M. Husnan Dimyati.

KH. M. Husnan Dimyati dalam sambutanya berpesan kepada seluruh guru BK yang hadir bahwa “untuk menjadi guru BK yang berhasil harus memiliki kepribadian dan cara berfikir yang sehat”, beliau juga berpesan supaya guru BK mampu memperbaiki pribadi terlebih dahulu sebelum menyuruh orang lain berbuat kebaikan “Apa artinya kamu menyuruh orang baik sedangkan dirimu sendiri tidak melakulanya”.

Menjelang acara Seminar berlangsung ada kejutan dari IAI Al Hikmah Tuban berupa penampilan Tari Bhawi asal Dayak yang dibawakan oleh Kris Widya Susilowati Mahasiswa Prodi Piaud IAI Al Hikmah Tuban. Tidak lupa pula IAI Al Hikmah Tuban juga menjalin MoU dengan MGBK, dengan adanya MoU ini diharapkan kedepanya IAI Al Hikmah Tuban dapat bekerjasama lebih baik lagi dengan MGBK Kabupaten Tuban.

Pada seminar kali ini Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama Ibu Layli Hidayati S.Psi., M.Psi., Psikolog didapuk sebagai pemateri, beliau menyampaikan bahwa sebagai guru BK harus mampu menyadari segala bentuk bullying di sekolah, selain itu guru BK juga harus bisa mengetahui penyebab bullying terjadi di lingkungan sekolah bisa jadi karena faktor keluarga, lingkungan, teman pergaulan atau juga faktor media sosial yang membuat anak terpengaruh untuk melakukan hal-hal yang dilihatnya.

Beliau juga menekankan pada akhir sesi kepada guru BK supaya melakukan pendekatan secara intensif kepada pelaku maupun korban bullying, sehingga diharapkan bullying di sekolah dapat dicegah secara perlahan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *