Pada hari ini, 16 Februari 2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menyelenggarakan Seminar Hasil Program Studi Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah sebagai puncak rangkaian kegiatan akademik yang telah berlangsung sejak 12 Januari 2026 hingga 12 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi ilmiah sekaligus ruang penguatan tradisi akademik yang sistematis, kritis, dan berbasis nilai-nilai syariah. Seminar dihadiri oleh Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Shelvyna Rikantasari, Ketua Program Studi Perbankan Syariah, M. Munim, serta dosen senior kedua program studi, Heri Kuncoro Putro dan Moh. Agus Syifa. Dalam sambutannya, Shelvyna Rikantasari menegaskan bahwa seminar hasil menjadi instrumen akademik strategis untuk memastikan konsistensi antara rumusan masalah, kerangka teori, metodologi, hingga ketajaman analisis temuan penelitian mahasiswa. Ia menekankan bahwa riset ekonomi syariah harus responsif terhadap isu aktual seperti penguatan UMKM halal, peningkatan literasi keuangan syariah, serta optimalisasi instrumen berbasis akad dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan. Sementara itu, M. Munim menyoroti pentingnya integrasi kompetensi konseptual dan teknis dalam bidang perbankan syariah, termasuk penguasaan manajemen risiko, tata kelola kelembagaan, serta inovasi layanan digital yang adaptif terhadap transformasi industri keuangan nasional.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif; Heri Kuncoro Putro menekankan urgensi kedalaman argumentasi teoretis dan koherensi struktur penelitian, sedangkan Moh. Agus Syifa menggarisbawahi pentingnya validitas data, ketepatan analisis kuantitatif maupun kualitatif, serta kontribusi praktis hasil penelitian bagi lembaga keuangan syariah dan masyarakat luas. Selama periode 12 Januari hingga 12 Februari 2026, mahasiswa mempresentasikan berbagai topik strategis seperti efektivitas pembiayaan mikro syariah, strategi peningkatan inklusi keuangan, inovasi produk perbankan syariah, serta analisis perilaku konsumen dalam ekosistem halal. Seminar ini sekaligus menjadi momentum refleksi pengembangan kurikulum dan roadmap riset berbasis integrasi ilmu ekonomi, manajemen, dan prinsip syariah, sehingga FEBI terus meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul, berintegritas, dan berorientasi pada solusi bagi penguatan industri keuangan syariah nasional.


Tinggalkan Balasan