Perkuat Basis Intelektual di Negeri Jiran, Universitas Al-Hikmah Indonesia dan PCI Muslimat NU Malaysia Jalin Kerja Sama Strategis

·

·

KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Melanjutkan misi rintisan Tri Dharma berdimensi global, Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU Malaysia pada Selasa, 7 Juli 2026.

Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Kuala Lumpur ini dilakukan langsung oleh Rektor UAI, Assoc. Prof. Dr. Laily Hidayati, M.Psi, Psikolog, dan Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Dra. Mimin Mintarsih. Momentum bersejarah ini turut disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UAI, Dr. Muhammad Aziz, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Assoc. Prof. Hj. Fathonah, di sela-sela agenda pendampingan mahasiswa KKN Internasional di Malaysia.

Kerja sama ini mencakup tiga ruang lingkup utama yang bertujuan memperkuat ekosistem pendidikan dan pengabdian di lingkungan diaspora Indonesia: (1). Pengembangan Sumber Daya Manusia: Program peningkatan kompetensi bagi pengajar dan relawan di Sanggar Bimbingan (SB) Sungai Mulia 5, serta peningkatan wawasan global bagi mahasiswa UAI; (2). Kolaborasi Penelitian dan Publikasi Ilmiah: Sinergi dalam pemetaan data dan riset kualitatif mengenai isu pendidikan, sosial, dan keagamaan di kalangan diaspora untuk dipublikasikan pada jurnal bereputasi; (3). Pengabdian Masyarakat: Keberlanjutan program bantuan pengajaran dan pemberdayaan melalui skema KKN Internasional serta pelibatan dosen ahli.

Dalam sambutannya, Rektor UAI, Assoc. Prof. Dr. Laily Hidayati, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan perwujudan dari jargon “Wisdom Beyond Borders”.

“Bagi Universitas Al-Hikmah Indonesia, penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremoni administratif. Ini adalah komitmen kami untuk membawa ‘Hikmah’ menembus batas negara. Kami ingin ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh anak-anak pekerja migran di Malaysia, sekaligus memberikan pengalaman riset internasional yang autentik bagi mahasiswa kami,” ungkap Dr. Laily.

Sementara itu, Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Dra. Mimin Mintarsih, menyambut hangat kehadiran delegasi UAI. Beliau memuji langkah nyata UAI yang langsung terjun ke lapangan untuk memotret realitas sosial di Malaysia.

“Kami di PCI Muslimat NU Malaysia merasa sangat terbantu dengan kehadiran para akademisi dan mahasiswa dari Universitas Al-Hikmah Indonesia. Tantangan di lingkungan diaspora sangat kompleks, mulai dari legalitas pendidikan hingga kesehatan mental keluarga pekerja migran. Melalui kolaborasi riset dan pengabdian ini, kami berharap tercipta solusi-solusi cerdas yang didasarkan pada data akurat dan semangat pengabdian yang tulus,” tutur Dra. Mimin Mintarsih.

Langkah Nyata Pasca-Penandatanganan

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Muhammad Aziz, menambahkan bahwa poin kerja sama riset akan segera diimplementasikan oleh mahasiswa KKN yang saat ini bertugas di Malaysia. “Data yang mereka kumpulkan selama 20 hari di Kuala Lumpur akan menjadi pilot project dari kolaborasi publikasi ilmiah yang kita sepakati hari ini,” jelasnya.

Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi payung hukum yang kuat bagi program-program kolaboratif jangka panjang antara Universitas Al-Hikmah Indonesia dan PCI Muslimat NU Malaysia, guna mencetak generasi diaspora yang tangguh dan berpendidikan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *