TUBAN, JATIM – Momen penuh kebanggaan dan keharuan mewarnai Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Juanda pada Senin sore (06/07/2026). Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) secara resmi memberangkatkan tujuh mahasiswa terpilih untuk mengemban tugas mulia dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia.
Pelepasan ini terasa sangat istimewa dan strategis bagi institusi karena dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi UAI. Rektor UAI, Assoc. Prof. Dr. Laily Hidayati, M.Psi, Psikolog, turut hadir didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Muhammad Aziz, serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Assoc. Prof. Hj. Fathonah. Ketiga pimpinan ini tidak hanya melepas, tetapi juga bertindak sebagai Dosen Supervisor yang mendampingi peserta secara langsung selama empat hari pertama di Malaysia. Setelahnya, para mahasiswa akan melanjutkan program KKN mereka selama 20 hari ke depan.

Mahasiswa Universitas Al-Hikmah Indonesia bersama Dosen Pembimbing nya berfoto di Bandara Juanda (6/7/2026)
Fokus Pengabdian di Pusat Pendidikan Anak dan Budaya
Selama berada di Malaysia, ketujuh delegasi UAI ini akan bermukim di kawasan Gombak, Kuala Lumpur. Pusat pengabdian mereka difokuskan pada Sanggar Bimbingan (SB) Sungai Mulia 5. Tempat ini merupakan wadah pendidikan krusial bagi anak-anak dari para pekerja Indonesia yang sangat membutuhkan dukungan edukasi dan motivasi moral.
Rektor Laily Hidayati berpesan dengan penuh empati bahwa para mahasiswa adalah perpanjangan tangan dan wajah Indonesia di kancah global.
“Sebagai angkatan perdana KKN Internasional tahap 1, kalian adalah ‘duta hikmah’. Manfaatkan bekal ilmu psikologi, pendidikan, dan sosial untuk menyentuh hati anak-anak kita di Malaysia. Tunjukkan kepada mereka bahwa batas negara tidak menghalangi mereka untuk meraih masa depan,” pesan sang Rektor.
Mengusung Misi Riset Global dan Adaptasi Budaya
Program ini dirancang jauh melampaui KKN pada umumnya karena dilengkapi dengan target riset kualitatif yang spesifik. Dr. Muhammad Aziz menegaskan bahwa mahasiswa telah dibekali dengan topik-topik penelitian berdimensi tinggi.
Sembari melakukan pengabdian, mereka akan meneliti berbagai isu strategis, seperti: (1). Ketahanan psikologis anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia; (2). Tingkat literasi halal di lingkungan urban; (3). Strategi dakwah kreatif di berbagai surau di Malaysia.
“Kami menargetkan, sekembalinya mereka dari lapangan, data berharga yang didapat bisa diolah menjadi artikel ilmiah bermutu tinggi yang menembus jurnal Sinta 4 hingga Sinta 2,” ungkap Dr. Aziz di sela-sela proses check-in di bandara.
Pemilihan Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 di Gombak juga didasari pertimbangan matang. Wilayah tersebut adalah salah satu pusat populasi komunitas Indonesia. Mahasiswa diharapkan bisa membawa inovasi dalam proses pembelajaran sekaligus memperkuat manajemen organisasi sanggar.
Di sisi lain, Assoc. Prof. Hj. Fathonah menyoroti pentingnya pendekatan sosiokultural. Berbekal pengalamannya di Malaysia, ia menekankan bahwa kemampuan beradaptasi adalah kunci keberhasilan program ini.
“Mahasiswa kami telah dilatih untuk lebih banyak mendengar. Mereka akan melebur menjadi bagian dari keluarga besar Komunitas Muslim Indonesia di sana, memahami denyut kehidupan mereka, serta menghadirkan solusi yang praktis dan membumi,” jelasnya.
Membawa Visi Melampaui Batas Negara
Tepat pada pukul 17.45 WIB, pesawat yang mengangkut rombongan mahasiswa ini lepas landas menuju Kuala Lumpur. Dengan mengenakan jaket almamater UAI yang menjadi kebanggaan, wajah ketujuh mahasiswa ini memancarkan optimisme tinggi, membawa jargon utama mereka: “Wisdom Beyond Borders: Bridging Cultures, Building Knowledge”.
Perjalanan pengabdian yang berlangsung selama 20 hari ini diharapkan tidak sekadar memberikan bantuan fisik, melainkan mampu membuahkan karya intelektual yang akan semakin mengharumkan nama Universitas Al-Hikmah Indonesia di kancah akademik internasional.

Tinggalkan Balasan