Tuban, 30 Juli 2026 – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Al Hikmah Indonesia (UAI) sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “The Future of Islamic Education: Global Challenges, Emerging Opportunities, and Best Practices” pada Kamis (30/7/2026) di Aula Lantai 3 Kampus UAI, Tuban. Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri utama dari dalam dan luar negeri serta diikuti oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen di lingkungan FTK.
Seminar yang berlangsung khidmat ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Hj. Fathonah K Daud, Lc., M.Phil. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai strategis dalam memperkaya wawasan akademik dan mempersiapkan calon pendidik serta tenaga kependidikan yang adaptif terhadap tantangan global.
Tiga Pemateri Internasional Sajikan Berbagai Perspektif
Seminar menghadirkan tiga narasumber kompeten di bidangnya. Pemateri pertama, Assoc. Prof. Dr. Mujib Ridlwan, S.Ag., M.A., M.Si., dosen Universitas Al Hikmah Indonesia, memaparkan materi bertajuk “Building High-Quality Islamic Education through Professional Teachers and Effective Educational Leadership.” Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa guru profesional merupakan faktor utama dalam mewujudkan pendidikan Islam yang berkualitas. Guru tidak hanya berperan sebagai mu’allim (pengajar), tetapi juga sebagai murabbi (pendidik), muaddib (pembina akhlak), dan mursyid (pembimbing spiritual). Beliau juga menyoroti pentingnya sinergi antara kepemimpinan kepala sekolah yang visioner dan amanah dengan kompetensi profesional guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang unggul dan berkarakter Islami.
Sesi kedua disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Laily Hidayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog , yang mengangkat tema “Educational Governance in Islamic Institutions: Integrating Leadership, Accountability, and Quality Assurance.” Dr. Laily menekankan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan fondasi awal berdirinya lembaga pendidikan Islam. Namun seiring dengan pertumbuhan dan kompleksitas institusi, kepercayaan saja tidak cukup. Diperlukan tata kelola yang baik (good governance), kepemimpinan profesional, akuntabilitas, dan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan. Beliau mengutip kisah Nabi Yusuf AS yang menggabungkan integritas (hafiz) dan kompetensi (‘alim) sebagai teladan kepemimpinan yang amanah.
Pemateri ketiga, Prof. Dr. Mohd Aderi Che Noh dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), menyampaikan materi berjudul “Pendidikan Islam untuk Tamadun Lestari: Memperkukuh Nilai, Inovasi dan Kolaborasi Global di Malaysia.” Prof. Aderi menguraikan konsep tamadun lestari dalam perspektif Islam yang berlandaskan tauhid, khilafah, dan amanah. Beliau juga menyoroti berbagai tantangan kontemporer seperti budaya pembelajaran berorientasi ujian, jurang digital, dan krisis moral di era masyarakat digital. Menurutnya, pendidikan Islam masa depan harus mampu membangun individu yang tidak hanya kuat nilai moralnya, tetapi juga berkapasitas intelektual, bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi, serta peka terhadap isu lingkungan dan keadilan sosial.
Antusiasme Peserta dan Penutupan dengan FGD
Para peserta yang terdiri dari mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen Pendidikan Islam (MPI), S-1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), S-1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), serta mahasiswa S-2 MPI dan para dosen FTK, mengikuti jalannya seminar dengan antusias. Suasana diskusi interaktif terlihat saat sesi tanya jawab berlangsung, di mana para peserta menggali lebih dalam mengenai strategi implementasi pendidikan Islam berkualitas di era digital.
Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Siti Fatimah, S.Pd.I., M.Pd.I., sebagai tanda terima kasih dan penghargaan kepada para pemateri. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas secara lebih mendalam rumusan-rumusan strategis dari materi yang telah disampaikan.
Seminar internasional ini diharapkan menjadi momentum bagi Universitas Al Hikmah Indonesia untuk terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam yang unggul, kompetitif, dan berwawasan global, serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan zaman.




Tinggalkan Balasan