Kuala Lumpur, Malaysia – Sanggar Bimbingan Sungai Mulia (SBSM) Malaysia, menyelenggarakan acara penutupan Pesantren Kilat (Kem Ibadah) pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pembinaan keagamaan yang diikuti oleh anak-anak SBSM dengan pendampingan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Al-Hikmah Indonesia
Acara dihadiri oleh pengelola SBSM, mahasiswa KKN Internasional UAI, serta seluruh peserta Kem Ibadah. Berbagai penampilan seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, puisi, tari, pencak silat, dongeng, hingga pembagian penghargaan kepada peserta turut memeriahkan kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar dan partisipasi anak-anak selama mengikuti program.
Dalam sambutannya, Dra. Mimin Mintarsih selaku Pengelola Sanggar Bimbingan Sungai Mulia (SBSM) Gombak menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Kem Ibadah yang berlangsung dengan baik. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program pembinaan yang bertujuan membentuk karakter Islami, menanamkan akhlak mulia, membiasakan ibadah, serta meningkatkan pemahaman dasar keagamaan bagi anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia.
Menurut beliau, kehadiran mahasiswa KKN Internasional Universitas Al-Hikmah Indonesia memberikan warna baru dalam proses pembelajaran. Berbagai metode pembelajaran yang interaktif dan kreatif mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga peserta lebih antusias mengikuti setiap kegiatan. Tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, anak-anak juga dilatih untuk berani tampil di depan umum, bekerja sama, serta menumbuhkan rasa percaya diri melalui berbagai penampilan pada acara penutupan.
Dra. Mimin Mintarsih juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa KKN Internasional UAI yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan gagasannya dalam mendampingi peserta Kem Ibadah. Beliau berharap nilai-nilai yang telah ditanamkan selama kegiatan tidak berhenti pada saat acara berakhir, tetapi terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama Kem Ibadah menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta tetap mencintai agama dan budaya Indonesia meskipun berada di luar negeri,” ungkapnya.
Sementara itu, mahasiswa KKN Internasional UAI menyampaikan bahwa pendampingan dalam Kem Ibadah merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat melalui bidang pendidikan dan keagamaan. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi tentang ibadah, akhlak, doa harian, pembelajaran Al-Qur’an, serta mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang dikemas secara menarik agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, pembagian hadiah kepada peserta berprestasi, penyerahan cendera mata, dan sesi foto bersama. Meski Kem Ibadah telah berakhir, semangat kebersamaan dan nilai-nilai yang ditanamkan selama kegiatan diharapkan tetap tumbuh dalam diri setiap peserta. Ilmu yang telah dipelajari, kebiasaan beribadah, akhlak mulia, serta keberanian untuk terus belajar diharapkan menjadi bekal berharga bagi anak-anak SBSM di Malaysia dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan meraih masa depan yang lebih baik.



Tinggalkan Balasan