
Setiap tahun roda organisasi mahasiswa (Ormawa) di Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) harus berganti. Pada Sabtu, 6 Desember 2025, atmosfer khidmat menyelimuti Aula kampus UAI saat para pengurus Ormawa Intra Kampus masa bakti 2025–2026 dilantik secara resmi. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya era kepemimpinan mahasiswa baru di lingkungan kampus.
Pelantikan dilaksanakan langsung oleh Wakil Rektor III, Hj. Fathonah, Lc., M.Phil., serta dihadiri oleh Ketua Yayasan Al-Hikmah, KH. M. Husnan Dimyati, Rektor, jajaran pejabat kampus, pengurus Ormawa dan mahasiswa UAI. Rangkaian acara meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan Surat Keputusan pengangkatan pengurus, pengambilan sumpah jabatan, serta penandatanganan berita acara pelantikan yang resmi dikukuhkan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh rasa tanggung jawab dari seluruh pengurus yang dilantik. Inti dari seremoni pengukuhan ini adalah penyerahan amanah dan penegasan nilai-nilai kepemimpinan.
Dalam dawuh atau nasihat utama KH. M. Husnan Dimyati, selaku Ketua Yayasan Al-Hikmah Tuban menekankan bahwa ketaatan terhadap sumpah jabatan harus tumbuh dari hati nurani seorang pemimpin muda dan dijadikan sebagai fondasi utama dalam setiap tindakan kepemimpinan.
Lebih lanjut, beliau menitipkan tiga pilar kunci pembentuk kewibawaan (haibah) seorang pemimpin. Pertama, shiddiq (Jujur), yang mencakup kejujuran dalam berbicara, bersikap, dan berperilaku. Pemimpin diingatkan agar tidak membuat program yang muluk-muluk tanpa realisasi, melainkan merancang program yang realistis dan berdampak dalam jangka pendek maupun panjang. Kedua, fathonah (cerdas) dalam berpikir, yaitu kemampuan mengambil kesimpulan secara cepat, bersikap proaktif, ringan tangan, dan ringan lisan. Kecerdasan ini akan semakin bermakna apabila dipadukan dengan hati yang bersih. Ketiga, Amanah (bertangungjawab), yang diibaratkan beliau sebagai “trilogi pondok pesantren: diam”, yakni bekerja dengan tenang, fokus, penuh tanggung jawab, serta diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar ucapan.
Sementara itu , Rektor Universitas Al-Hikmah Indonesia dalam sambutanyya turut menyampaikan pesan kepemimpinan yang tak kalah mendalam. Beliau menegaskan bahwa “pemimpin niku punya alat, dan alat itu berupa kekuasaan.” Namun kekuasaan bukan untuk disalahgunakan, melainkan sebagai sarana untuk bekerja, melayani, dan menunaikan amanah. Kekuasaan harus dijalankan dengan kebijaksanaan dan tanggung jawab moral, karena dari cara seorang pemimpin menggunakan kekuasaan itulah akan terlihat nilai dan kualitas kepemimpinannya.
Pelantikan ini menjadi awal dimulainya masa bakti pengurus Ormawa Periode 2025/2026 dalam menjalankan tugas keorganisasian, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Ormawa diharapkan mampu menjadi wadah aspirasi mahasiswa serta sarana pengembangan minat, bakat, dan kepemimpinan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa di lingkungan Universitas Al-Hikmah Indonesia. Diharapkan, seluruh pengurus Ormawa mampu mengimplementasikan nilai kejujuran, kecerdasan, dan amanah sebagai tolok ukur utama dalam menjalankan roda organisasi demi kemajuan kampus, sebaaimana yang diamanatkan oleh Pimpinan Yayasan dan Rektor UAI tersebut.


Tinggalkan Balasan