Tuban, 14 Juli 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Al-Hikmah Indonesia melalui Program Studi Ekonomi Syariah dan Program Studi Perbankan Syariah melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke PT Amerta Indah Otsuka sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan langsung kepada mahasiswa mengenai praktik dunia industri, sistem manajemen perusahaan, budaya kerja profesional, serta proses bisnis yang diterapkan oleh perusahaan berskala nasional.
Kunjungan ini didampingi oleh para dosen FEBI, yaitu Shelvyna Rikantasari, M.E., M. Munim, M.M., Heri Kuncoro Putro, M.M., Moh. Agus Sifa’, M.M., dan M. Azis Muchtarom, M.E. Kehadiran para dosen diharapkan dapat memberikan pendampingan akademik sekaligus menjembatani keterkaitan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia kerja.
Selama kegiatan, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai profil perusahaan, proses produksi, standar kualitas, penerapan manajemen operasional, serta strategi perusahaan dalam menjaga daya saing di tengah perkembangan industri. Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan berdiskusi secara langsung dengan pihak perusahaan mengenai peluang karier, pengembangan sumber daya manusia, serta kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan perguruan tinggi pada era industri modern.
Kegiatan kunjungan industri ini menjadi salah satu bentuk komitmen FEBI Universitas Al-Hikmah Indonesia dalam mendukung program link and match antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui pengalaman belajar secara langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas, meningkatkan kompetensi profesional, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dengan tetap berlandaskan nilai-nilai ekonomi dan bisnis Islam.
Melalui kegiatan ini, FEBI Universitas Al-Hikmah Indonesia terus berupaya menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, serta mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata dunia industri.



Tinggalkan Balasan